Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:
- Allâh -‘Azza wa Jalla- telah menunjukkan kepada hamba-hamba-Nya jalan yang lurus yang menghantarkan kepada surga-Nya, dan memerintahkan mereka untuk menempuh jalan tersebut. Sebaliknya Dia juga telah memperingatkan mereka dari jalan-jalan kesesatan yang menjerumuskan kepada adzab-Nya dan melarang mereka untuk menempuhnya.
- Allâh -‘Azza wa Jalla- mencintai ketaatan dan membenci kemaksiatan dari hamba-hamba-Nya. Memerintahkan mereka untuk taat dan melarang mereka dari maksiat. Menjanjikan pahala untuk setiap ketaatan, dan mengancam dengan adzab untuk setiap kemaksiatan.
- Para hamba tidak mengetahui takdir kecuali setelah terjadinya takdir tersebut. Ia tidak mengetahui apakah Allâh -‘Azza wa Jalla- telah mentakdirkannya untuk menjadi tersesat atau mendapatkan hidayah. Maka tidak pantas bagi mereka untuk menjalani jalan kesesatan kemudian beralasan bahwa Allâh -‘Azza wa Jalla- menghendaki hal tersebut bagi mereka. Bahkan sepantasnya mereka untuk menjalahi jalan hidayah kemudian berkata : ‘Sungguh Allâh -‘Azza wa Jalla- telah memberi untuk Kami hidayah kepada jalan yang lurus.’
selanjutnya kita akan mempelajari Keutamaan memurnikan tauhid 39. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;
Play Video (Link Utama)
Link alternatif
“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“