catatan: besok, Sabtu pukul 17.00WIB, quis pekanan akan aktif. yuk muraja’ah 5 materi terakhir serial belajar tauhidnya 🙏
Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:
Ain bisa menimpa benda mati dengan izin Allâh -‘Azza wa Jalla-. Dan ‘ain menimbulkan mudharat kepada yang objeknya dalam bentuk yang berbeda-beda.
Diantara sarana yang bermanfaat untuk mencegah ‘ain adalah :
- Menghindari sikap suka pamer kenikmatan, dan menghiasi diri dengan sifat tawadhu‘ (rendah hati).
- Memperbesar tawakkal kepada Allâh -‘Azza wa Jalla-. Meyakini tidak ada yang bisa memberi manfaat dan menimpakan mudharat kecuali dengan Allâh -‘Azza wa Jalla-.
- Memperbanyak dzikir kepada Allâh -‘Azza wa Jalla-. Terkhusus dzikir-dzikir perlindungan diri dari kejelekan makhluq-makhluq-Nya. Diantaranya dzikir-dzikir pagi dan petang, serta dzikir-dzikir amalan harian seperti dzikir keluar/masuk rumah, dzikir keluar/masuk kamar mandi, dzikir hendak tidur atau bangun tidur, dzikir naik kendaraan, dzikir setelah shalat, dan lainnya.
Dan agar tidak menimpakan ‘ain kepada orang lain adalah dengan mendoakan keberkahan untuk sesuatu yang Kita ta’jub kepadanya dan menghindari hasad (iri, dengki) kepada orang lain.
selanjutnya kita akan mempelajari Keutamaan memurnikan tauhid 15. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;
Play Video (Link Utama)
Link alternatif
“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“