[Kitabut Tauhid] 47. Keutamaan memurnikan tauhid 12

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Hakikat tawakal adalah kejujuran penyandaran hati kepada Allâh –‘Azza wa Jalla- dalam meminta kemaslahatan dan menolak kemudharatan dalam urusan dunia dan akhirat seluruhnya. Menyerahkan segala urusan hanya kepada-Nya. Serta mengimani bahwa tidak ada yang mampu memberi, menghalangi, memberikan mudharat dan manfaat selain-Nya. Dan ini merupkan salah satu penyempurna Tauhid seorang hamba.

Tawakkal bukan berarti meniadakan usaha. Bahkan usaha merupakan syarat dari tawakkal. Itu artinya tidak ada tawakkal bagi orang yang belum melakukan usaha dan dia dusta dalam tawakkalnya. Kedua hal tersebut (usaha dan tawakkal) harus beriringan, tidak boleh seseorang bersandar kepada Allâh –‘Azza wa Jalla tanpa ada usaha, atau kebalikannya melakukan usaha tanpa menyandarkan hati kepada Allâh –‘Azza wa Jalla-. 

selanjutnya kita akan mempelajari Keutamaan memurnikan tauhid 12. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

matan kitabut tauhid (PDF)

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

Tinggalkan komentar