Jagalah perasaan mereka.!

Amr bin Qais al-Mula’i rahimahullah berkata:

ﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻳَﻜْﺮَﻫُﻮﻥَ ﺃَﻥْ ﻳُﻌْﻄِﻲ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞُ ﺻَﺒِﻴَّﻪُ ﺷَﻴْﺌًﺎ فَيَخرُجُ بِهِ ﻓَﻴَﺮَﺍﻩُ ﺍﻟْﻤِﺴْﻜِﻴﻦُ ﻓَﻴَﺒْﻜِﻲ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﻫْﻠِﻪِ، ﻭَﻳَﺮَﺍﻩُ ﺍﻟْﻴَﺘِﻴﻢُ ﻓَﻴَﺒْﻜِﻲ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﻫْﻠِﻪِ.

“Mereka (para Shahabat) tidak suka seseorang memberi anaknya sesuatu lalu anaknya tersebut membawanya keluar, kemudian ada orang miskin yang melihatnya lalu dia menangis kepada keluarganya (karena menginginkan yang sama dengan apa yang dibawa oleh anak tersebut), atau ada anak yatim yang melihatnya lalu dia menangis kepada keluarganya.”

lihatlah betapa mulianya akhlak generasi terdahulu, bahkan mereka sangat memperhatikan sesuatu yang kita anggap kecil, sesuatu yang barangkali tak pernah terfikirkan oleh kita. sangat berbanding terbalik dengan mereka, kita bahkan mengabadikan setiap kesempatan memanjakan anak-anak kita dengan dalih kenang-kenangan di media-media sosial yang notabene dapat dilihat oleh siapapun. tidak pernah terbetik oleh kita bagaimana jika orang-orang berkekurangan yang melihatnya.

Kita mungkin tak pernah sadar, bahwa sikap kita tersebut telah menjadi ujian tersendiri yang sangat berat bagi mereka. Ketahuilah banyak manusia yang mampu bersabar ketika diri mereka diuji dengan rasa lapar, akan tetapi ketika ujian kelaparan itu juga dirasakan oleh orang-orang yang mereka cintai, yang ingin mereka lindungi dan bahagiakan sementara mereka tak mampu berbuat apapun untuk memperbaikinya maka ini adalah perasaan sangat mengerikan.

apakah kita ingin sesuatu yang kita anggap “kenang-kenangan” tersebut justru menambah penderitaan mereka, setidaknya secara psikis.?

pernahkah kita berfikir tentang kesedihan seorang ayah yang tidak mampu memberikan hal yang sama kepada keluarganya. tentang kesedihan istri yang tak mampu memberikan hal yang sama kepada anak-anaknya, buah hati mereka. bahkan pada kondisi tertentu suatu keluarga yang rapuh bisa terombang-ambing hanya karena hal-hal “kecil” seperti ini.

kita barangkali heran dengan meningkatnya kasus kriminal, meningkatnya kasus perceraian atau meningkatnya pergaulan bebas dari anak-anak yang broken home. tapi bagaimana jika itu bermula dari hal-hal kecil seperti “kenang-kenangan” ini. sebut saja Butterfly effect, konon teorinya kepakan sayap kupu-kupu dapat menyebabkan badai tornado.

Karenanya ikhwah, Jagalah perasaan saudara-saudari kita yang mungkin tak seberuntung kita. barangkali kita bisa berbagi kebahagiaan dengan makanan, dengan harta, tapi kenang-kenangan adalah sesuatu yang seyogyanya kita simpan sendiri. jadi, berbahagialah dengan tidak melukai perasaan orang lain

yang mencintaimu karena Allah

@Tim HijrahApp ❤️

Tinggalkan komentar