Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:
- Tidak boleh menuduh seseorang itu berdusta dalam kesaksiannya, karena jujur tidaknya dirinya dalam kesaksiannya merupakan urusan hati yang menjadi rahasia antara dirinya dengan Allâh -‘Azza wa Jalla-. Kecuali jika kemudian didapati bukti-bukti yang cukup dan sangat meyakinkan bahwa dia berdusta dalam kesaksian.
- Mengucapkan Kalimat Tauhid dan merealisasikan konsekuensi-konsekuensinya merupakan salah satu syarat utama untuk terbebas dari adzab neraka.
- Bentuk keterbebasan atau pengharaman dari adzab neraka ada dua macam : Pertama : Pengharaman masuk neraka secara mutlak; Kedua : Pengharaman kekekalan dalam neraka.
selanjutnya kita akan mempelajari Urgensi Tauhid bag. 34. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;
Play Video (Link Utama)
Link alternatif
“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“