[Kitabut Tauhid] 26. Keutamaan tauhid 01

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

  1. Ahlus Sunnah beriman bahwa Allâh -‘Azza wa Jalla- telah menetapkan seluruh taqdir sejak azali dan mengimani takdir tersbut sebagaimana penjelasan Allâh -‘Azza wa Jalla- dan Rasul-Nya tanpa mengurangi dan melampaui. Adapun orang-orang yang menyelisihi Al Quran dan As-Sunnah, mereka bersikap berlebih-lebihan. Yang satu terlalu meremehkan (Al-Qadariyyah) dan yang lain melampaui batas (Al-Jabbariyyah). 
  2. Iman kepada takdir tidak bermakna seseorang boleh bermalas-malasan berupaya menempuh sebab-sebab kebaikan. Ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadits-Hadits Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- menunjukkan pokok agama yang agung ini. 
  3. Takdir adalah rahasia Allâh -‘Azza wa Jalla-. Para hamba tidak diberi ilmu tentangnya kecuali sedikit saja. Maka mereka harus beradab kepada Allâh -‘Azza wa Jalla- dengan mencukupkan diri pada apa yang datang penjelasannya dari Allâh -‘Azza wa Jalla- dan tidak melampaui batas.

selanjutnya kita akan mempelajari Urgensi Tauhid bag. 26. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

matan kitabut tauhid (PDF)

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

Tinggalkan komentar