catatan: besok (sabtu) pukul 17.00WIB quis pekanan akan aktif. yuk isi ramadhan dengan muraja’ah 5 materi terakhir ini.💪
Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:
- Bolehnya menyembunyikan sebagian ilmu dan mengkhususkannya bagi sebagian orang jika ada maslahat yang diharapkan dan atau ada mudharat yang dikhawatirkan.
- Larangan bersandar kepada takdir dan keharusan menempuh sebab-sebab kepada hal-hal yang bermanfaat untuk urusan dunia dan akhirat sesuai dengan bimbingan syari’at.
- Seseorang tidak dikatakan beriman sebelum dia beriman dengan ketentuan taqdir Allâh -‘Azza wa Jalla- yang merupakan salah satu rukun diantara rukun-rukun (pokok-pokok) keimanan.
- Beriman dengan benar terhadap takdir bukan berarti meniadakan kehendak dan kemampuan manusia untuk berbuat. Karena dalil-dalil syariat dan realita yang ada menunjukkan bahwa manusia masih memiliki kehendak dan kemampuan untuk melakukan sesuatu.
selanjutnya kita akan mempelajari Urgensi Tauhid bag. 25. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;
Play Video (Link Utama)
Link alternatif
“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“