[Kitabut Tauhid] 20. Urgensi Tauhid 20

catatan: insyaallah besok, Sabtu pukul 17.00WIB, quiz pekanan 4 akan aktif. jangan lupa muraja’ah 5 materi terakhir yaa. smgt💪


Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Dari perkataan Mu’âdz Ibnu Jabal -Radhiyallâhu ‘Anhu- : ‘Aku pernah diboncengkan Nabi -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- di atas seekor keledai …’ dapat diambil banyak pelajaran, diantaranya :

  • Kerendahan hati (sifat tawadhu’) Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-. Dimana Manusia paling mulia disisi Allâh -‘Azza wa Jalla- dan disisi orang-orang beriman ini mau membonceng orang lain. Juga karena Beliau -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- tidak merasa gengsi hanya dengan berkendaraan seekor keledai, tunggangan kelas bawah ketika itu.
  • Keutamaa Mu’âdz Ibnu Jabal -Radhiyallâhu ‘Anhu- karena pernah dibonceng Manusia paling mulia disisi Allâh -‘Azza wa Jalla- dan disisi orang-orang beriman, yakni Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-. 
  • Boleh mengendarai hewan tunggangan sesuai dengan kadar kemampuannya. Maka boleh juga berboncengan diatasnya jika tidak melebihi beban yang mampu ditanggung hewan tunggangannya.

selanjutnya kita akan mempelajari Urgensi Tauhid bag. 20. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

matan kitabut tauhid (PDF)

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

Tinggalkan komentar