[Belajar Tauhid] 121. Iman Kepada Takdir 11

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari  Iman Kepada Takdir 10 sbb:

  1. Manusia menempuh jalan kebaikan dan keburukan berdasarkan pilihannya. Maka siapa yang menempuh jalan kebaikan dengan menuruti faktor-faktor pendorongnya dan mengalahkan faktor-faktor pendorong kejahatan dia berhak mendapatkan ganjaran. Sebaliknya siapa yang menempuh jalan keburukan dengan menuruti faktor-faktor pendorongnya dan mengalahkan faktor-faktor pendorong kebaikan dia berhak mendapatkan hukuman.
  2. Perbuatan manusia terjadi atas kehendak dan pilihannya sendiri. Dia sadar sesadar-sadarnya bahwa dia tidak dipaksa untuk melakukan atau meninggalkan sesuatu. Jika mau dia bisa melakukan atau tidak melakukannya.
  3. Siapa yang berbuat maksiat dengan beralasan dengan qadha’ dan qadar, maka alasannya tidak masuk akan dan tidak bisa diterima. Kenyataannya, tidak mau menerima alasan orang yang mengambil haknya dengan berdalil kepada qadha’ dan qadar. Bahkan dia menuntut haknya dan meminta ditegakkannya hukum bagi orang yang menzhaliminya. Seandainya takdir itu adalah hujjah, tentu akan menjadi hujjah bagi semuanya dalam segala urusan dengan kondisi apapun.

selanjutnya kita akan mempelajari  Iman Kepada Takdir 11, ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran.

Link alternatif

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

Tinggalkan komentar