[Belajar Tauhid] 120. Iman Kepada Takdir 10

catatan: besok (sabtu pukul 17.00WIB) Quis pekanan akan aktif. yuk muraja’ah 5 materi serial belajar tauhid terakhir💪


Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari  Iman Kepada Takdir 09 sbb:

  1. Tidak boleh berdalil dengan takdir Allâh -‘Azza wa Jalla- ketika meninggalkan perintah atau melanggar larangan. Karena para hamba itu diperintah dan dilarang, dijanjikan pahala untuk ketaatannya dan diancam dengan adzab atas kemaksiatannya.  Dan Allâh -‘Azza wa Jalla- telah memberikan kepada mereka kehendak, kemampuan dan ikhtiar (pilihan). Yang dengan semua hal tersebut terwujudlah perbuatan-pertbuatan dan karenanya mereka diberi pahala atau siksa. 
  2. Motivator kebaikan adalah fithrah, akal sehat, dan wahyu Allâh -‘Azza wa Jalla. Sedangkan motivator kejahatan adalah syaithan yang memanfaatkan keinginan-keinginan hawa nafsu. Allâh -‘Azza wa Jalla- memberikan kemampuan kepada syaithan untuk mengganggu manusia dan memerintahkan manusia untuk berlindung kepada-Nya dari tipu-daya syaithan.

selanjutnya kita akan mempelajari  Iman Kepada Takdir 10, ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran.

Link alternatif

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

Tinggalkan komentar