Ajarkan anak untuk tidak mencela makanan

Namanya anak-anak, mereka memiliki selera makan tersendiri. Bisa jadi makanan yang tersaji tidak mereka sukai atau kurang mengundang selera mereka. Kadang spontan mereka memberi tanggapan, “Uh… makanannya tidak enak!” “Aku tidak suka makanan ini!” dan ucapan-ucapan serupa.

Menghadapi seperti ini, kita ingatkan anak-anak untuk bersyukur atas pemberian Allah berupa makanan yang ada. Kita ingatkan pula bahwa mereka jauh lebih beruntung daripada saudara-saudara mereka yang tak memperoleh nikmat sebagaimana yang mereka dapatkan. Seharusnyalah mereka merasa cukup dengan pemberian Allah. Rasulullah n pernah mengatakan dalam sabda beliau yang disampaikan oleh ‘Abdullah bin ‘Amr:

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ، وَرُزِقَ كَفَافًا، وَقَنَّعَهُ اللهُ بِمَا آتَاهُ

“Beruntunglah seseorang yang masuk Islam, lalu dia diberi rezeki yang cukup, kemudian Allah berikan pula rasa cukup atas pemberian-Nya.” (HR. Muslim no. 1054)

Kita jelaskan, jika mereka tak menyukai suatu makanan, tidak boleh mencelanya dan cukup mereka tinggalkan. Demikian yang dicontohkan oleh Rasulullah n dan dituturkan hal ini oleh Abu Hurairah:

مَا عَابَ رَسُولُ اللهِ n طَعَامًا قَطُّ، إِنِ اشْتَهَاهُ أَكَلَهُ، وَإِنْ كَرِهَهُ تَرَكَهُ

“Rasulullah tak pernah sama sekali mencela makanan. Jika beliau suka, maka beliau makan. Jika beliau tidak suka, maka beliau tinggalkan.” (HR. Al-Bukhari no. 5409 dan Muslim no. 2064)

referensi: https://asysyariah.com/kehangatan-di-sela-santapan/

Tinggalkan komentar