[Belajar Tauhid] 70. Syarah Al-Qowaa-‘id Al-Arba’ah 17

PENTING: kajian ini adalah penutup materi Syarah Al-Qowaa-‘id Al-Arba’ah. tidak ada quis pekanan untuk 2 materi terakhir ini, namun sebagai gantinya akan ada ujian akhir seluruh materi Al-Qowaa-‘id Al-Arba’ah (pertemuan 14 s.d pertemuan 70) yang akan di selenggarakan pada hari Sabtu pukul 17.00WIB tanggal 7 November 2020 mendatang. jadi akan ada jeda waktu lebih dari 1 pekan yang diberikan kepada teman-teman untuk mengulang seluruh materi yang diajarkan sebelumnya. untuk membantu muraja’ah, kami akan membagikan PDF kajian, besok pukul 17.00WIB. dan sebagaimana biasanya, bagi yang mengikuti ujian akhir dan lulus dengan score 70% atau lebih berhak untuk mendapatkan e-sertifikat. terimakasih🙏


بسم الله

pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

  • Zaman dahulu kesyirikan terjadi hanya pada waktu lapang saja, sedangkan         pada zaman sekarang kesyirikan terjadi pada setiap waktu, baik pada waktu           lapang maupun pada waktu kesempitan.
  • Zaman dahulu kesyirikan hanya dalam hal ibadah (uluhiyah), akan tetapi sekarang kesyirikan dalam hal rububiyah dan uluhiyah.
  • Zaman dahulu yang dijadikan wasilah (perantara) adalah orang-orang shalih, sedang zaman sekarang yang dijadikan wasilah (perantara) adalah orang-orang shalih dan orang-orang fasik.

Selanjutnya kita akan masuk pada Syarah Al-Qowaa-‘id Al-Arba’ah bagian 17. ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran:

link alternatif

ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

Tinggalkan komentar