[Belajar Tauhid] 66. Syarah Al-Qowaa-‘id Al-Arba’ah 13

بسم الله

pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

  • Dahulu Nabi -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- berada ditengah-tengah manusia yang memiliki sesembahan (selain Allâh -‘Azza wa Jalla-) yang berbeda-beda. Mereka semua diperangi oleh Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-  dan Beliau tidak membeda-bedakan mereka dengan sebab perbedaan sesembahan mereka.
  • Sudah menjadi tabiat orang-orang musryik dari masa -ke masa, ketika mereka berpaling dari men-tauhid-kan (meng-esa-kan) Allâh -‘Azza wa Jalla- mereka kemudian tidak pernah puas dengan satu atau dua sesembahan saja. Dan ini merupakan salah satu adzab Allâh -‘Azza wa Jalla- kepada mereka, dimana mereka diperbudak oleh berhala-berhalanya.

Selanjutnya kita akan masuk pada Syarah Al-Qowaa-‘id Al-Arba’ah bagian 13. ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran:

link alternatif

ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

Tinggalkan komentar