بسم الله
pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:
- Syafa’ah Manfiyyah Bathilah adalah syafa’at yang tidak akan bisa memberi manfaat. Yaitu syafa’at yang diminta kepada selain pemiliknya, yanki Allâh -‘Azza wa Jalla-, atau syafa’at yang diangan-angankan oleh orang-orang kafir.
- Syafa’at di dunia ada beberapa macam : [1] Dalam hal-hal yang dimampui oleh hamba (yang dimintai syafa’at). Syafa’at jenis ini bisa menjadi pahala jika termasuk kriteria tolong-menolong dalam kebaikan. Sebaliknya akan menjadi dosa jika termasuk kriteria tolong-menolong dalam kejelekan. [2] Dalam hal-hal yang dimampui oleh hamba (yang dimintai syafa’at). Maka ini tergolong kekufuran dan kesyirikan.
- Yang paling berbahagia dengan syafa’at Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- orang yang mengucapkan laa ilaahaa illallaah dengan ikhlash dari hatinya, yaitu umatnya Beliau yang yang mati dari dalam keadaan tidak menyekutukan Allâh dengan sesuatu apapun.
Selanjutnya kita akan masuk pada Syarah Al-Qowaa-‘id Al-Arba’ah bagian 11. ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran:


“ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“