catatan: Insyaallah, Sabtu (besok) pukul 17.00WIB quis pekanan akan aktif. quis ini akan menguji 5 pelajaran sebelumnya (pertemuan 59 s.d 63 serial belajar tauhid). antum dapat mengakses seluruh pelajaran serial belajar tauhid dengan mengetuk kategori “belajar tauhid” yang ada di beranda HijrahApp. so, jangan lupa muraja’ahnya yaa🙏
بسم الله
pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:
Disamping Asy-Syafa’ah Al-‘Udzmâ (Syafa’at Agung), ada beberapa jenis syafa’at yang lain yang juga merupakan kekhususan bagi Nabi Kita -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-, yaitu : [1] Syafaat Agar Calon Penghuni Surga Bisa Memasuki Surga, [2] Syafaat Nabi Untuk Pamannya Abu Thalib, dan [3] Syafaat Untuk Mereka Yang Masuk Surga Tanpa Hisab Agar Aegera Masuk Surga.
Dan diantara bentuk syafa’at umum adalah : [1] syafa’at untuk orang yang jumlah kebaikannya sama dengan dosa-dosanya agar bisa masuk ke dalam surga, [2] syafa’at untuk mengangkat derajat penghuni surga diatas derajat yang semestinya, [3] syafa’at untuk orang-orang yang sudah diputuskan masuk neraka agar tidak jadi dimasukkan ke neraka, dan [4] syafa’at untuk mengeluarkan orang-orang yang beriman yang masuk neraka untuk bisa keluar dari neraka dan masuk kedalam surga.
Selanjutnya kita akan masuk pada Syarah Al-Qowaa-‘id Al-Arba’ah bagian 10. ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran:


“ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“