بسم الله
pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:
Syafaat itu terbagi menjadi dua : Syafa’ah Mustbatah Shahiihah dan Syafa’ah Manfiyyah Bâthilah. Syafa’ah Mustbatah Shahiihah yaitu syafa’at yang ditetapkan oleh Allâh -‘Azza wa Jalla- dalam kitab-Nya atau yang ditetapkan oleh Rasul-Nya -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- . Syafa’at ini terbagi menjadi dua : Syafa’ah Khashshah (syafa’at khusus bagi Nabi -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-) dan Syafa’ah ‘Aamah (syafa’at umum, bagi hamba-hamba yang bertaqwa).
Salah satu jenis Syafa’ah Khashshah adalah Syafa’at Agung (Asy-Syafa’ah Al-‘Udzmâ) yang dibutuhkan dan diberikan kepada seluruh ummat manusia, yang Mukmin dan yang Kafir, yang Shalih dan yang Fajir. Dan syafa’at ini merupakan hak eksklusifnya Nabi Kita -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-.
Selanjutnya kita akan masuk pada Syarah Al-Qowaa-‘id Al-Arba’ah bagian 9. ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran:


“ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“