بسم الله
pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:
Tawassul yang tidak disyari’atkan terdiri dari dua macam, yaitu : Tawassul Bid’ah dan Tawassul Syirik.
Tawassul Bid’ah
Tawassul Bid’ah adalah segala sesuatu yang dianggap dan diniatkan oleh pelakunya sebagai wasilah untuk mendekatkan diri kepada Allâh -‘Azza wa Jalla-, akan tetapi perbuatan-perbuatan tersebut tidak disyari’atkan oleh Allâh -‘Azza wa Jalla- dan Rasul-Nya -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-, dan juga pernah diamalkan oleh Para Salaf dari kalangan Sahabat Nabi -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-, tâbi-‘iin, dan tâbi’ tâbi-‘iin.
Tawassul Syirik
Tawassul Syirik adalah segala sesuatu yang dianggap dan diniatkan oleh pelakunya sebagai wasilah untuk mendekatkan diri kepada Allâh -‘Azza wa Jalla-, akan tetapi perbuatan-perbuatan tersebut merupakan bagian dari amalan-amalan yang dihukumi sebagai kesyirikan oleh Allâh -‘Azza wa Jalla- dan Rasul-Nya -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-.
Selanjutnya kita akan masuk pada Syarah Al-Qowaa-‘id Al-Arba’ah bagian 7. ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran:


“ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“