بسم الله
pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari:
Mengakui wujud (keberadaan) Rabb (bagi seluruh alam semesta) merupakan fenomena umum pada anak manusia, dan merupakan konsekuensi fitrah mereka. Akan tetapi sekedar meyakini sifat-sifat rububiyah bagi Allâh -‘Azza wa Jalla- seperti menciptakan, menghidupkan, mematikan, memberi rezeki, dan yang lainnya tidaklah otomatis memasukkan seseorang kedalam Islam dan mengeluarkannya dari kekufuran. Karena Iblis, Fir’aun dan orang-orang musyrik yang dahulu diperangi oleh Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- juga mengakui ke-ESAAN-an Allâh -‘Azza wa Jalla- dalam sifat-sifat rububiyah-Nya.
Selanjutnya kita akan masuk pada Syarah Al-Qowaa-‘id Al-Arba’ah bagian 2. ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran:


“ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“