MENYANDARKAN ILMU KEPADA GURU

oleh Ustadz. Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary -hafidzahullah-

Salah satu adab yang harus dijunjung tinggi oleh seorang Penuntut Ilmu adalah : mengakui kebaikan-kebaikan gurunya, dan menyandarkan ilmunya kepada gurunya.

Dari Abu Hurairah -Radhiyallâhu ‘Anhu-, Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- bersabda :

لاَ يَشْكُرُ اللَّهَ مَنْ لاَ يَشْكُرُ النَّاسَ

“Tidak dikatakan bersyukur pada Allâh bagi siapa yang tidak tahu berterima kasih pada manusia.” _ HR. Abu Daud no. 4811 dan Tirmidzi no. 1954. Dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al -Albaniy.

Sebagian Salaf mengatakan bahwa orang-orang yang mengingkari kebaikan orang lain mereka itu tergolong Al-Muthaffifin yang disebut oleh Allâh -‘Azza wa Jalla- dalam firman-Nya :

وَيْلٌ لِّلْمُطَفِّفِينَ _ الَّذِينَ إِذَا اكْتَالُوا عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُونَ _ وَإِذَا كَالُوهُمْ أَو وَّزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ.

“WAIL bagi orang-orang yang curang (dalam menakar dan menimbang)! (Yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dicukupkan. Dan apabila mereka menakar atau menimbang (untuk orang lain), mereka mengurangi.” _ QS. Al-Muthaffifiin [83] 1-3.

  • Kata-kata WAIL terulang beberapa kali didalam Al-Qur’ân, diantaranya Al-Baqarah : 79; Ibrahim : 2; Ath-Thûr : 11; Al-Mursalât : 40, 49; dan Al-Mâ-ûn : 4-5. Sering diterjemahkan dengan KECELAKAAN. Apa Sebenarnya maknanya?

Al- Hâfizh Ibnu Hajar Al-Asqalâniy -Hafizhahullâh- mengatakan :

والويل يطلق على العذاب والحرب والزجر

“Al-Wail maknanya adalah adzab, terjatuh pada suatu yang diperangi atau dilarang.” _ Fathul Bâriy : 5/350.

Al-Imâm Al-Qurthubiy -Rahimahullâh- menjelaskan :

 ويل أي شدة عذاب في الآخرة . وقال ابن عباس : إنه واد في جهنم يسيل فيه صديد 

“Wail artinya adzab yang pedih di akhirat. Dan Ibnu Abbas -Radhiyallâhu ‘Anhu- mengatakan : “Wail adalah sebuah lembah di neraka Jahannam yang mengalir di dalamnya sungai nanah.” __ Jâmi’ Ahkâm Al-Qur’ân [Tafsiir Al-Qurthubiy] : 19/250.

Al-Imâm Al-Baghawiy -Rahimahullâh- menuturkan :

قال ابن عباس: “شدة العذاب”، وقال سعيد بن المسيب: “ويل واد في جهنم لو سيرت فيه جبال الدنيا لانماعت من شدة حره”

“Ibnu Abbas -Radhiyallâhu ‘Anhu- berkata : “Wail artinya adzab yang pedih.” Dan Sa’id bin Musayyab -Rahimahullâh- bererkata : “Wail adalah sebuah lembah di neraka Jahannam, yang jika gunung-gunung di dunia di masukkan ke sana maka semuanya akan meleleh.” _ Ma’âlim At-Tanziil [Tafsiir Al-Baghâwiy] : 1/115.

Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- bersabda :

“Dan barangsiapa berbuat baik kepada Kalian maka balaslah kebaikannya. Jika Kalian tidak mampu (membalas kebaikannya) maka doakanlah kebaikan untuknya.” _ HR. Al-Bukhâriy dalam Al-Adabul Mufrod no. 216.

Karenanya, diantara akhlaq yang sangat menonjol dari Para Salaf -Rahimahumullâh- adalah pengakuan mereka terhadap kebaikan-kebaikan gurunya dan menyandarkan ilmunya kepada gurunya. Dan ini merupakan salah satu sebab keberkahan ilmu mereka.

Al-Imâm Ahmad bin Hanbal -Rahimahullâh- berkata :

“Apa yang Kalian lihat dariku (dari ilmu yang aku sampaikan kepada Kalian) atau sebagian besarnya adalah dari Asy-Syafi’iy.” _ Al-Intiqo’ li Ibni Abdil Bârr : 76.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah -Rahimahullâh- berkata :

“Seorang Penuntut Ilmu hendaknya mengetahui kehormatan gurunya dan berterima kasih atas kebaikannya kepadanya. Karena sesungguhnya orang yang tidak berterima kasih kepada manusia hakekatnya ia tidak bersyukur kepada Allâh -‘Azza wa Jalla-. Hendaknya ia juga tidak mengabaikan hak gurunya dan tidak pula mengingkari kebaikannya.” _ Majmu’ Fatâwâ : 28/17.

نسأل اللّٰه أن يوفقنا في كل ما يحبه ويرضاه، آمين.

[ Kita memohon kepada Allâh -‘Azza wa Jalla- agar senantiasa memberikan taufiq-Nya kepada Kita semuanya dalam segala hal yang dicintai dan dirudhai-Nya, aamiin ]

Tinggalkan komentar