بسم الله
pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:
Niat yang baik, ikhlash semata-mata karena Allâh itu penting, bahwan wajib. Tapi ikhlash saja tidak cukup. Ikhlash baru separuh dari agamanya. Separuhnya lagi adalah ittiba’ (mengikuti Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-). Dan ittiba’ ini juga perintah Allâh. Siapa yang ikhlash dalam setiap amalnya karena Allâh dan sesuai sunnah Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-, maka amalnya diterima, dan siapa yang tidak memenuhi dua hal tersebut atau salah satunya maka amalnya tertolak.
selanjutnya kita akan masuk pada Muqaddimah keduapuluh-delapan dari Qowaa Idul Arba’ah. ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran:


“ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“