بسم الله
pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:
Diantara syarat diterimanya amalan adalah Al-Ittiba’ (Al-Mutaaba’ah), yaitu mengikuti Sunnah Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- yang juga merupakan bukti kecintaan hamba kepada Allâh -‘Azza wa Jalla-. Barangsiapa yang mengklaim dirinya mencintai Allâh -‘Azza wa Jalla-, akan tetapi ia tidak mengikuti Sunnah Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-, maka sungguh ia telah berdusta.
selanjutnya kita akan masuk pada Muqaddimah keduapuluh-tujuh dari Qowaa Idul Arba’ah. ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran:


“ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“