pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:
Tidak ada seorang hambapun yang ma’shum (terjaga secara sempurna dari semua dosa). Bahkan asalnya manusia itu tempatnya salah dan dosa. Jadi, Allâh -‘Azza wa Jalla- memang tidak menghendaki manusia itu ma’shum (terpelihara secara sempurna dari dosa-dosa). Yang Allâh kehendaki adalah agar para hamba berupaya maksimal untuk mentaati-Nya, menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya. Kemudian apabila mereka terlanjur berbuat dosa mereka bersegera bertaubat kepada-Nya, tidak putus asa dari ampunan-Nya tetapi juga tidak terus-menerus berkubang di dalam lumpur dosa.
selanjutnya kita akan masuk pada Muqaddimah kedua-belas dari Qowaa Idul Arba’ah. ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran:


“ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“