[Belajar Tauhid] 30. Muqaddimah Al Qawaa ‘id Al Arba’ah 7

pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Kufur nikmat merupakan lawan dari syukur nikmat. Syukur adalah menampakkan pengaruh nikmat yang telah Allâh -‘Azza wa Jalla- berikan kepada seorang hamba dari hatinya dengan keimanan, dari lisannya dengan pujian, dan dari anggota badannya dengan ibadah serta ketaatan. Sehingga seorang dapat dikatakan bersyukur jika terpenuhi tiga unsur tersebut. Barangsiapa yang tidak merealisasikan ketiga hal tersebut, maka ia telah terjatuh dalam kufur nikmat.

selanjutnya kita akan masuk pada Muqaddimah ketujuh dari Qowaa Idul Arba’ah. ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran:

link alternatif

ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

Tinggalkan komentar