pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:
Orang-orang kafir yang diperangi oleh Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- meyakini bahwa Allâh Ta’âlâ adalah satu-satunya Pencipta dan Pengatur (segala urusan). Akan tetapi keyakinan mereka itu tidak memasukkan mereka ke dalam Islam dan tidak mengeluarkan mereka dari kekafiran karena mereka mempersekutukan Allâh -‘Azza wa Jalla- dengan yang lainnya dalam ibdah-ibadah mereka. Mereka berkata : “Kami tidaklah berdoa dan tidak beribadah kepada mereka (sembahan selain Allâh) kecuali supaya mereka mendekatkan kami pada Allâh dan memberi syafaat kepada Kami disisi Allâh.
selanjutnya kita akan masuk pada Muqaddimah kedua dari Qowaa Idul Arba’ah. ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran:
“ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“

