Ciri Dakwah Ahlus Sunnah Adalah Terdepan dan Memprioritaskan Dakwah Tauhid

Menyambung informasi sebelumnya, tim kembali mengingatkan bahwa besok “New Materi” atau materi berbentuk video kajian dengan durasi singkat akan tayang perdana di beranda HijrahApp. kita akan membahas suatu bab yang paling agung, yang disepakati bahwa tidak ada bab yang lebih penting dan mendesak untuk dipelajari melainkan bab ini, yakni bab tauhid. dan ini bahkan menjadi ciri khas dakwah ahlus sunnah.

kita akan memulai bab ini besok, dan siap tidak siap, suka tidak suka, kami akan mengusahakan bab ini akan terus kita pelajari seumur hidup setidaknya selama antum menggunakan aplikasi HijrahApp, atau selama HijrahApp ini eksis, materi ini pun akan terus eksis.

inilah alasan penting kenapa HijrahApp ini dibuat, gencar di promosikan hingga kini berada di genggaman antum semua. lupakan segudang fitur yang ada di aplikasi HijrahApp, dibandingkan materi tauhid ini, fitur-fitur itu hanyalah pemanis supaya antum tertarik mau kembali mempelajari tauhid, bab yang paling agung di agama kita. & sebab utama Allah mengirimkan utusan-utusanNya kepada umat manusia.

seandainya kita semua tidak perlu pemanis untuk mendedikasikan diri belajar tauhid, maka ini akan jauh lebih mudah bagi da’i/pendakwah. sayangnya ini adalah zaman yang terkadang kemasan lebih dibutuhkan dibandingkan isinya. dan kami harus mencari cara supaya antum mau menginstall aplikasi ini dan akhirnya kembali mempelajari tauhid, bab yang paling agung.

insyaallah, nantinya kita akan memulai bab ini dari paling dasar hingga yang paling tinggi. dan sebagai penambah wawasan, berikut kami tampilkan artikel terkait pentingnya dakwah tauhid.

 


Ciri Dakwah Ahlus Sunnah Adalah Terdepan dan Memprioritaskan Dakwah Tauhid

Seseorang yang berjiwa hanif berusaha mencari jalan beragama atau metodologi beragama (manhaj) yang benar. Beberapa orang mungkin ada yang bingung mana manhaj yang benar? Semua mengaku ahlus sunnah, jadi mana yang harus saya ikuti?

Apalagi terdapat hadits bahwa umat muhammad akan terpecah menjadi 73 golongan, semua masuk nereka (dahulu nanti baru masuk surga), kecuali satu saja golongan yang selamat

Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

ة وستفترق هذه الأمة على ثلاث وسبعين فرقة، كلها في النار إلا واحدة”. قالوا: من هم يا رسول الله؟ قال: “ما أنا عليه وأصحابي”

“Sedangkan umat ini terpecah menjadi 73 golongan. Semuanya di neraka kecuali satu golongan.” Para sahabat bertanya, “Siapa mereka wahai Rasulullah?” “Golongan yang mengikuti ajaranku dan para sahabatku“, jawab Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Hakim, Shahih Jami’ As-Shagir 8519)

Salah satu cirinya adalah terdepan dan memprioritaskan dakwah tauhid dan pemurnian aqidah umat. Dari semua materi dakwah yang berusaha disampaikan, maka tidak lupa dengan dakwah tauhid yaitu mengesakan hak-hak khusus Allah dalam ibadah serta berusaha mengenalkan Allah kepada hambanya sedekat-dekatnya dengan mengenalnya melalui tauhid asma wa sifat.

Inilah metode dakwah Nabi shallallahu alaihi wa sallam, sebagaimana perintah beliau kepada Muadz Bin Jabal tatkala berdakwah ke Yaman agar mendakwahkan tauhid dahulu,

ِ فَلْتَكُنْ أَوَّلَ مَا تَدْعُوْهُمْ إِلَيْهِ شَهَادَةُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوْكَ لِذَلِكَ فَأَعْلِمْهُمْ أَنَّ اللهَ افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ خَمْسَ صَلَوَاتٍ فِي الْيَوْمِ وَاللَّيْلَةِ.

Hendaklah yang pertama kali engkau serukan adalah syahadat bahwa tiada tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Apabila mereka mentaatimu, maka beritahukan kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan atas mereka shalat lima waktu dalam sehari semalam.” (HR. Muslim).

Jika kita lihat dakwah Nabi Shallallahu alaihi wa sallam selama 13 tahun di Mekkah adalah dakwah Tauhid dan memurnikan Aqidah. Selama di Mekkah awal-awal dakwah, belum ada beban syariat ibadah turun (belum wajib puasa, zakat dan lain-lain, ini baru wajib di Madinah)

Fokus saat itu adalah dakwah tauhid dan Aqidah, kewajiban yang baru ada saat itu adalah shalat, itupun turun agak akhir fase mekkah, itupun lagi shalatnya boleh berbicara bahkan boleh mendatangi shalat jamaah sambil mabuk. Jadi benar-benar fokus ke dakwah tauhid, iman dan aqidah.

Memang semua materi dakwah penting, tetapi yang tetap menjadi prioritas serta perhatian adalah dakwah tauhid. Belajar shalat bisa jadi sekali saja sudah paham dan dipraktekkan, tetapi belajar  tauhid itu seumur hidup karena tauhid terkait dengan keimanan dan amalan hati, semisal cinta, takut, berharap dan sebagainya.

Misalnya lewat kuburan masih takut, aqidah kita mengajarkan orang mati sudah tidak bisa ke alam dunia, ketika belajar mungkin tidak takut, tapi berjalan waktu dan terpengaruh film, bisa jadi takut lagi lewat kuburan
maka belajat tauhid itu seumir hidup, karena ini rasa takut yang tidak pada tempatnya dan tidak akan muncul pada orang yang tauhidnya bagus.

Demikian semoga bermanfaat

@RS Mitra Sehat, Yogyakarta Tercinta

Penyusun: ustadz. Raehanul Bahraen

sumber: https://muslimafiyah.com/ciri-dakwah-ahlus-sunnah-adalah-terdepan-dan-mempriotitaskan-mendakwahkan-tauhid.html

Tinggalkan komentar