Saudaraku.. Hari-hari telah berlalu.. Tahun demi tahun pun berlalu.. Yang tersisa hanyalah apa yang pernah Kita amalkan pada waktu-waktu tersebut.. Baik amal kebajikan.. Ataupun amal keburukan..
๐ค Seorang penyair berkata:
ููุงููููููุชู ุฃูููููุณู ู ูุง ุนูููููุชู ุจูุญูููุธููู โฆ ููุฃูุฑูุงูู ุฃูุณููููู ู ูุง ุนููููููู ููุถููููุนู
โWaktu adalah perkara paling mahal yang perlu engkau perhatikan untuk dijaga, tetapi aku melihatnya paling mudah engkau menyia-nyiakannya.โ
๐ค Hasan Al Bashri rahimahullah berkata :
ุงุจู ุขุฏู ุฅูู ุง ุฃูุช ุฃูุงู ููู ุง ุฐูุจ ููู ุฐูุจ ุจุนุถู
โWahai manusia, sesungguhnya kalian hanyalah kumpulan hari. Tatkala satu hari itu hilang, maka akan hilang pula sebagian dirimu.โ (Hilyatul Awliyaโ, 2/148)
๐ค Sufyan Ats Tsauri pernah mendapat nasehat dari Robiโah :
ุฅูู ุง ุฃูุช ุฃูุงู ู ุนุฏูุฏุฉุ ูุฅุฐุง ุฐูุจ ููู ุฐูุจ ุจุนุถูุ ูููุดู ุฅุฐุง ุฐูุจ ุงูุจุนุถ ุฃู ูุฐูุจ ุงููู ูุฃูุช ุชุนูู ุ ูุงุนู ู.
โSesungguhnya engkau adalah kumpulan hari. Jika satu hari berlalu, maka sebagian dirimu juga akan hilang. Bahkan hampir-hampir sebagian harimu berlalu, lalu hilanglah seluruh dirimu (mati) sedangkan engkau mengetahuinya. Oleh karena itu, beramallah.โ (Shifatush Shofwah, 1/405)
๐ค Seorang Ulama Salaf berkata :
ุงูุจููู ุขุฏูู ู ุฅููููุงูู ููุงูุชููุณููููููู ููุฅูููููู ุจูููููู ููู ููููุณูุชู ุจูุบูุฏูู ููุฅููู ูููููู ุบูุฏูู ูููู ูููููู ููู ุบูุฏูู ููู ูุง ููููุชู ูููู ุงููููููู ู ููุฅููููุง ูููููู ูููู ููู ู ุชูููุฏูู ู ุนูููู ู ูุง ููุฑููุทูุชู ูููู ุงููููููู ู
โWahai anak Adam, janganlah engkau menunda-nunda (amalan-amalan), karena engkau memiliki kesempatan pada hari ini, adapun besok pagi belum tentu engkau memilikinya. Jika engkau bertemu besok hari, maka lakukanlah pada esok hari itu sebagaimana engkau lakukan pada hari ini. Jika engkau tidak bertemu esok hari, engkau tidak akan menyesali sikapmu yang menyia-nyiakan hari ini.โ (Taqrib Zuhd Ibnul Mubarok, 1/28)
๐ด Oleh Karenanya Allah Taโala berfirman :
ููุงููุนูุตูุฑู * ุฅูููู ุงููุฅูููุณูุงูู ููููู ุฎูุณูุฑู * ุฅููููุง ุงูููุฐูููู ุขูู ููููุง ููุนูู ููููุง ุงูุตููุงููุญูุงุชู ููุชูููุงุตูููุง ุจูุงููุญูููู ููุชูููุงุตูููุง ุจูุงูุตููุจูุฑู
โDemi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.โ (Qs. Al โAshr 1-3)
ููุงุฃููููููุง ุงูููุฐููููู ุกูุงู ูููููุง ุงุชููููููุง ุงูููู ููููุชููุธูุฑู ููููุณู ู ููุงููุฏููู ูุชู ููุบูุฏู ููุงุชููููููุง ุงูููู ุฅูููู ุงูููู ุฎูุจููุฑู ุจูู ูุง ุชูุนูู ููููููู
โHai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok, dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.โ (Qs. Al-Hasyr 18)
_________________________________
Penyusun | Abdullah bin Suyitno (ุนุจุฏุงููู ุจู ุตูุชู)ย
sumber: https://shahihfiqih.com/artikel/waktumu-waktumu-waktumu/