Ikhwan dan akhwat sekalian yang berbahagia di atas hidayah Islam dan Sunnah, cobalah tanyakan pada diri kita masing-masing…
“Berapa banyak kitab para ulama yang belum kita baca?
“Ribuan!!”
“Berapa banyak dari ilmu yang kita miliki yang sudah kita amalkan?”
“Wahai, Ikhwan dan akhwat fillah, sesungguhnya fitnah yang menyerang agama Islam tidak akan pernah ada habisnya sampai hari kiamat baik fitnah tersebut muncul dari dalam kaum muslimin maupun dari luar dari orang-orang kuffar, namun sayangnya semangat menuntut ilmu dari sebagian kaum muslimin terkadang kandas di tengah jalan.”
Karena banyaknya kaum muslimin yang meninggalkan ilmu syar’i maka timbullah pernyataan-pernyataan berikut ini:
“Kenapa umat Islam bingung ada aliran Islam ini dan aliran Islam begitu?
“Bingung karena tidak memiliki ilmunya”
“Kenapa umat Islam merasa asing dengan agamanya sendiri?”
“Merasa asing karena mereka tidak memiliki ilmu”
“Kenapa Islam kok begini kok begitu, kita harus dengan apa menghadapi ini dan itu?”
Dan lain sebagainya…semua akibat kurangnya menuntut ilmu syar’i
IkhWan dan akhwat sekalian!
“Masih banyak ilmu yang belum kita pelajari, mari perbanyak duduk di majelis-majelis kajian/ilmu, belajar dengan sungguh-sungguh!
Serta mulailah belajar sebagaimana pelajaran yang dimulai oleh salafusshaleh dan selesaikan!
Saudaraku, perjalanan kita masih amat panjang.
“Siapkan diri untuk menjadikan generasi kita, anak-anak kita, cucu-cucu kita, agar jauh lebih berilmu dalam agama dibanding kita saat ini.”
Dengan menguasai ilmu agama yang benar , إن شـــــاء الله :
1.Segala macam fitnah di dalam Islam akan bisa dibendung.
2.Lontaran syubhat dari ahlul bid’ah tidak lagi laku.
3.Ocehan-ocehan liberal menjadi sampah tak berguna.
4.Shaff semakin rapat dan musuh-musuh Islam tdk akan berhasil menembusnya.
“Mari saudara-saudariku,
perbanyaklah menuntut ilmu dan mengamalkannya sedikit demi sedikit sampai waktu kita masuk ke liang lahat.”
________________________________________
Dari Akhi Abror, dengan sedikit tambahan dari saya.
25 Rabbi’ul I’tsani 1435 / 25 Februari 2014
sumber: http://www.salamdakwah.com/artikel/953-sibukkan-dengan-menuntut-ilmu-syari-jangan-mengurusi-fitnah