“Dirikanlah shalat dan berqurbanlah” (QS. Al Kautsar: 2)
Sungguh Allah tidak memerintahkan kita untuk mengorbankan anak kita sebagaimana hal itu pernah diperintahkan kepada nabi ibrahim. Namun Allah hanya memerintahkan kita untuk mengorbankan sapi/domba supaya kita mengingat kesabaran nabi Ibrahim dan anaknya atas ketaatan mereka kepada Allah.
Ikhwah, sekiranya seseorang yang kita cintai (istri/anak) kita meminta sesuatu tentulah kita berusaha menyanggupinya sekalipun kita harus menabung lama dan menebusnya dengan waktu, tenaga dan harta.
Bukankah kita telah membangunkan rumah untuk mereka, menabung untuk masa depan mereka, menahan kebutuhan dan keinginan kita sebab memprioritaskan kebutuhan dan keinginan istri dan anak kita..? telah usang pakaian kita karena memprioritaskan pakaian mereka. Telah menghitam kulit kita demi kebahagian mereka.
Ikhwah.. Bagaimana jika orang yang meminta tersebut adalah rasulullah, bukankah kita mengatakan kecintaan kita padanya melebihi makhluk-makhluk Allah lainnya.. melebihi Istri dan Anak kita..?
Maka rasulullah صلى ا لله عليه وسلم telah meminta kita untuk berqurban. Dan sungguh beliau telah mencontohkannya sendiri dengan qurban yang terbaik sementara beliau adalah penghulunya orang-orang miskin. beliau mencontohkan bagaimana mendahulukan Allah diatas segalanya. Kemudian hal ini telah diteladani oleh sahabat-sahabat beliau radiallahu anhum. Kemudian tabiin dan tabiut tabiin. Kemudian para imam dan ulama. Dan semoga kita pun mampu meneladani perkara yang agung ini.
Sungguh qurban adalah syariat yang agung, di satu sisi sebagai bentuk ketaatan kita kepada Allah, di sisi yang lain sebagai wujud kepedulian kita kepada sesama. Dan untuk kita ada ganjaran pahala yang sempurna dari yang Maha Kuasa.
Ikhwah…
“Dirikanlah shalat dan berqurbanlah
” (QS. Al Kautsar: 2)