Yuk pakai masker

Bismillah

Mari kita patuhi himbauan ini,sebagai ikhtiar kita yang merupakan bentuk tawakal kita kepada Allah Subhanahuwataala

——-

Pemerintah RI: Mulai Hari Ini Semua Harus Menggunakan Masker

AN Uyung Pramudiarja – detikHealth

Jakarta –
Mengikuti rekomendasi organisasi kesehatan dunia WHO, Pemerintah Indonesia menganjurkan penggunaan masker meski tidak sedang sakit. Masker kain lebih disarankan.
“Mulai hari ini, sesuai rekomendasi dari WHO, kita jalankan masker untuk semua. Semua harus menggunakan masker,” kata juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona COVID-19, Achmad Yurianto, Minggu (5/4/2020).

Yuri mengingatkan, masker bedah dan masker N95 hanya untuk tenaga medis. Untuk sehari-hari, lebih disarankan pakai masker kain.Saran ini terkait dengan adanya beberapa kasus infeksi virus corona COVID-19 tanpa gejala yang juga menjadi sumber penyebaran penyakit. Karenanya, dianjurkan untuk semua pakai masker saat keluar rumah.

Bagi yang menggunakan masker kain, disarankan untuk tidak memakainya lebih dari 4 jam. Setelah itu, masker kain bisa dicuci dengan direndam air sabun.

repost: FP Dokter Indonesia Bertauhid

Inilah Tips Berhenti Merokok

Ada beberapa langkah strategis yang dapat diterapkan untuk menghentikan kebiasaan merokok. Sebagai catatan, yang Anda lakukan adalah berhenti merokok, bukan mengurangi jumlah rokok yang dikonsumsi. Orang-orang yang berusaha berhenti merokok dengan mengurangi jumlah rokok biasanya justru sulit berhenti dan akan kembali ke kebiasaan semula. Jadi, berhentilah merokok!

Lakukan langkah-langkah T-A-S-K berikut ini

T : Tetapkan tanggal berapa Anda akan berhenti merokok. Tentu lebih cepat, atau bahkan mulai sekarang, lebih baik.

A : Atasi dan lawan tantangan berhenti merokok. Mengubah kebiasaan tentu butuh perjuangan. Apalagi rokok memang membuat pemakainya “kecanduan”. Belum lagi adanya kemungkinan nyinyiran perokok lain yang menyurutkan semangat Anda. Anda harus menghadapi kondisi ini. InsyaAllah beberapa waktu saja.

S : Sampaikan kepada keluarga dan kawan-kawan Anda bahwa Anda berhenti merokok. Mintalah dukungan mereka.

K : Kondisikan lingkungan untuk berhenti merokok. Singkirkan asbak, korek, dan tentu saja rokok, dari rumah Anda. Jika tidak ada kepentingan, sebaiknya hindari kerumunan orang yang merokok.

Referensi : WHO 2014, A guide for tobacco users to quit.

sumber: https://web.facebook.com/MajalahKesehatanMuslim

Atasi flu tanpa obat? InsyaAllah bisa

Pada musim penghujan, seringkali tubuh kita jadi lebih terserang flu. Kalau malas minum obat, sebenarnya flu bisa disembuhkan dengan cara-cara sederhana seperti di bawah ini:

1⃣ Peningkatan asupan cairan dengan banyak minum air, teh, sari buah. Asupan cairan dapat mengurangi rasa kering di tenggorokan, mengencerkan dahak dan membantu menurunkan demam.

2⃣ Istirahat yang cukup.

3⃣ Makan makanan bergizi yaitu makanan dengan kalori dan protein tinggi yang akan menambah daya tahan tubuh. Makan buah-buahan segar yang banyak mengandung vitamin.

4⃣ Mandi dengan air hangat dan berkumur dengan air garam.

Nah itulah beberapa cara mengusir flu tanpa harus minum obat.

Sumber: Pusat Informasi Obat Nasional Badan-POM

repost dari: KesehatanMuslim.com

Apa Jenis Makanan dan Pola Makan Sesuai Anjuran Islam?

Jenis Makanan dan Pola Makan Sesuai Kebiasaan Kaumnya

Cukup banyak kaum muslimin yang bertanya-tanya apakah jenis makanan dan pola makan yang menjadi anjuran agama Islam? Apakah harus makan jenis makan tertentu? ataukah harus makan beberapa kali sehari? Ataukan ada waktu dan jam-jam khusus untuk makan tertentu?

Jawabannya: secara umum, jenis makanan dan pola makan adalah sesuai dengan kebiasaan kaumnya selama tidak menimbulkan bahaya dan melanggar syariat, bahkan ada sebagian ulama yang menjelaskan bahwa disunnahkan memakan jenis makanan apa yang ada dan mudah didapatkan di negerinya/kaumnya. Inilah secara umumnya.

Menyikapi Anjuran Khusus dalam Syariat Islam

Memang ada anjuran secara khusus, misalnya sunnah makan kurma (ajwah) 7 buah di pagi hari agar terhindar dari sihir, akan tetapi bukan berarti kita mengganti jenis makan dan pola makan dari kebiasaan kaum kita. Secara kesehatan ada juga jenis makanan khusus untuk tujuan tertentu, misalnya untuk diet khusus untuk menurunkan berat badan, diet khusus untuk penyakit ini, akan tetapi untuk menjadi pola hidup maka makanan itu disesuaikan dengan kebiasan setempat (kearifan lokal) sesuai dengan bimbingan para ahli kesehatan terutama ahli gizi.

Kami buat contoh, apabila masyakarat indonesia biasa makan nasi sejak kecil dan terpapar nasi dari kecil, maka itulah makanan kebiasaan kaumnya. Hendaknya tidak diganti makan nasi dengan makan kurma (apalagi berkeyakinan kurma itu sunnah, ini tidak tepat). Apabila kita berbicara hukumnya, makan kurma itu hukumnya mubah, yang sunnah adalah apabila makan kurma sesuai dengan anjuran hadits semisal makan kurma ketika berbuka puasa atau ketika makan sahur. Secara kesehatan, kementerian kesehatan Indonesia juga telah mengeluarkan saran makan dengan program “piring makanku”, yaitu satu piring makan dibagi menjadi porsi karbohidrat, protein dan sayur sesuai aturan.

Jadi, jenis dan pola makan kita tetap sesuai dengan kebiasaan kaum kita selama ini dan hal ini tidak bertentangan melaksanakan sunnah-sunnah terkait makanan. Misalnya makan sahur dan berbuka pakai nasi, kemudian kita juga makan kurma untuk menerapkan sunnah makan sahur dengan kurma, demikian juga berbuka dengan kurma setelah itu makan nasi.

Dalil Terkait Jenis Makanan dan Pola Makan

Dalil yang menunjukkan bahwa jenis dan pola makan kita sesuai dengan kebiasaan kaumnya adalah hadits ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditawarkan makanan “dhab” yaitu sejenis kadal gurun yang halal, tetapi beliau menolak memakannya karena itu bukanlah makanan kaumnya. Beliau menolak bukan karena haramnya, tetapi bukan makanan kebiasaan kaumnya.

Perhatikan hadits berikut dari Ibnu Abbas, beliau berkata,

أَنَّ خَالِدَ بْنَ الْوَلِيدِ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ دَخَلَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى مَيْمُونَةَ وَهِيَ خَالَتُهُ وَخَالَةُ ابْنِ عَبَّاسٍ فَوَجَدَ عِنْدَهَا ضَبًّا مَحْنُوذًا فَقَدَّمَتِ الضَّبَّ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَفَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدَهُ عَنِ الضَّبِّ فَقَالَ خَاالِدٌ: أَحْرَامٌ الضَّبُّ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: «لَا وَلَكِنْ لَمْ يَكُنْ بِأَرْضِ قَوْمِي فَأَجِدُنِي أَعَافُهُ» قَالَ خَالِدٌ: فَاجْتَرَرْتُهُ فَأَكَلْتُهُ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْظُرُ إِلَيّ

“Khalid bin Al-Walid  mengabarkan kepada beliau bahwasanya beliau bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk menemui Maimunah (istri Nabi) dan Maimunah adalah bibiknya Khalid dan juga bibiknya Ibnu Abbas. Maka Khalid mendapati ada dhab(semacam hewan bebentuk iguana-pen) yang dipanggang (di atas batu panas). Lalu Dhab tersebutpun dihidangkan kepada Nabi shallalahu ‘alaihi wasallam. Nabi pun mengangkat tangannya tidak menyentuh dhab. Maka Khalid bertanya, “Apakah dhabitu haram wahai Rasulullah?’. Nabi berkata, “Tidak, akan tetapi dhabtidak ada di kampung kaumku, maka aku mendapati diriku tidak menyukainya”. Khalid berkata, “Akupun mengambilnya lalu menyantapnya, dan Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam hanya memandang kepadaku” [HR Al-Bukhari no 5391]

Dalam riwayat Muslim, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan itu bukanlah jenis makanan beliau,

كُلُوا فَإِنَّهُ حَلَالٌ وَلَكِنَّهُ لَيْسَ مِنْ طَعَامِي

“Makanlah oleh kalian, karena sesungguhnya daging ini halal. Akan tetapi bukan dari makananku” [HR. Muslim no. 3608]

Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggalkan makan dhab karena tidak terbiasa makan dhab dan bukan termasuk makanan kaumnya. Beliau berkata,

وفي هذا كله بيان سبب ترك النبي صلى الله عليه وسلم وأنه بسبب أنه ما اعتاده

“Dalam hadits ini semuanya terdapat penjelasan sebab Nabis shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggalkan makan dhabt karena beliau tidak terbiasa memakan dhab.” [Fathul Bari 9/580]

Ibnu Taimiyyah menjelaskan dari hadits ini, bahwa disunnahkan makan dan berpakaian sesuai dengan kebiasaan kaumnya dan negerinya, beliau berkata,

فَسُنَّتُهُ فِي ذَلِكَ تَقْتَضِي أَنْ يَلْبَسَ الرَّجُلُ وَيَطْعَمَ مِمَّا يَسَّرَهُ اللَّهُ بِبَلَدِهِ مِنْ الطَّعَامِ وَاللِّبَاسِ . وَهَذَا يَتَنَوَّعُ بِتَنَوُّعِ الْأَمْصَارِ

“Sunnah dalam hal ini adalah hendaknya seseorang memakai pakaian dan memakan apa yang telah Allah mudahkan (tersedia) di negerinya/kaumnya berupa makanan dan pakaian. Hal ini berbeda-beda seusai dengan (keadaan) negerinya.” [Majmu’ fatawa 22/310]

Ibnu At-Tiin menjelaskan bahwa karena Rasulullah shallalahu ‘alaihi merasa tidak berselera (agak mual) dengan dhab. Beliau berkata,

وَكَانَ هُوَ صلى الله عليه وسلم قَدْ يَعَافُ بَعْضَ الشَّيْءِ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terkadang merasa mual dengan sebagian makanan (dhab ini).” [Fathul baari 9/534]

Tidak Perlu Memaksa Mengganti Makanan Pokok

Jadi makanan tersebut adalah sesuai dengan kebiasaan kaumnya dan apabila kita tidak suka dan tidak, maka tidak bisa dipaksakan. Tidak harus kita mengganti jenis makanan pokok dengan kurma, mengganti makan nasi dengan nasi mandi atau nasi briyani (bisa jadi orang Indonesia mual apabila setiap hari makan nasi ini). Jadi tidak tepat apabila mengatakan sunnahnya adalah mengganti nasi dengan kurma sebagai makanan pokok karena makan kurma adalah sunnah.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Munajjadi hukum asal apa yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam suka berupa makanan, minuman dan pakaian adalah sebuah adat/perangai sebagai seorang manusia yang hukumnya mubah. Beliau berkata:

وبهذا يتبين أن ما أحبّه صلى الله عليه وسلم من الأطعمة أو الأشربة أو الألبسة ونحو ذلك ، الأصل فيه أنه من العادات التي تفعل بمقتضى البشرية ، ولا يراد بها التشريع ، ككونه يحب الدباء ، ويعاف الضب ، ويلبس العمامة والرداء والإزار والقميص ، ما لم يدل دليل على التشريع

“Oleh karena itu jelas bahwa apa yang disukai oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berupa makanan, minuman, pakaian dan lain-lain maka hukum asalnya adalah perkara adat/perangai sebagai seorang manusia. Bukanlah dimaksudnya untuk menjadi syariat ibadah (tasryi’). Misalnya beliau suka labu dan tidak suka dhabb (seperti biawak padang pasir), misalnya juga memakai ‘imaamah (penutup kepala), baju, kain bawahan, gamis dan lain-lain selama tidak ada dalil yang menunjukkan bahwa itu disyariatkan.” [https://islamqa.info/ar/answers/149523]

Ibnu hajar Al-Asqalani juga menjelaskan bahwa terkadang obat-obatan dosisnya berbeda sesuai dengan jenis makanan yang menjadi kebiasaan mereka, beliau berkata

فقد اتفق الأطباء على أن المرض الواحد يختلف علاجه باختلاف السن والعادة والزمان والغذاء المألوف والتدبير وقوة الطبيعة…لأن الدواء يجب أن يكون له مقدار وكمية بحسب الداء إن قصر عنه لم يدفعه بالكلية وإن جاوزه أو هي القوة وأحدث ضررا آخر

“Seluruh tabib telah sepakat bahwa pengobatan suatu penyakit berbeda-beda, sesuai dengan perbedaan umur, kebiasaan, waktu, jenis makanan yang biasa dikonsumsi, kedisiplinan dan daya tahan fisik…karena obat harus sesuai kadar dan jumlahnya dengan penyakit, jika dosisnya berkurang maka tidak bisa menyembuhkan dengan total dan jika dosisnya berlebih dapat menimbulkan bahaya yang lain.”[Fathul Baari  10/169-170, Darul Ma’rifah]

Silakan Makan Apa Saja Asalkan Halal dan Thayyib

Kami perlu tekankan kembali dari urusan jenis makanan dan pola makanan adalah sesuai dengan kebiasaan kaumnya. Ajaran islam mengajarkan silahkan makan apa saja asalkan halal dan thayyib dan inti utamanya adalah TIDAK berlebihan.

Allah berfirman,

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوٓا

“Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan.” (QS. Al-A’raf: 31)

Ibnu Katsir menjelaskan tafsir ayat ini,

قال بعض السلف : جمع الله الطب كله في نصف آية : ( وكلوا واشربوا ولا تسرفوا )

“Sebagian salaf berkata bahwa Allah telah mengumpulkan semua ilmu kedokteran pada setengah ayat ini.” [Tafsir Ibnu Katsir 3/384, Dar Thaybah]

Catatan Agar Hidup Sehat

Agar bisa hidup sehat, kita tidak hanya memperhatikan makanan tetapi perhatikan juga olahraga dan gerak. Sebagian orang hanya fokus ke diet saja tetapi tidak pernah olahraga dan bergerak. Orang dahulu mereka makan dengan pola kebiasaan kaumnya (makan nasi dan sarapan pagi) dan banyak bergerak serta berolahraga sehingga mereka tetap sehat.

 

Demikian semoga bermanfaat

@ Lombok, Pulau seribu masjid

Penyusun: dr. Raehanul Bahraen, M.Sc, Sp.PK

Artikel http://www.muslim.or.id

Pemuraja’ah: Ustadz Abul Jauzaa’ Dony Arif Wibowo

sumber: https://muslim.or.id/52524-apa-jenis-makanan-dan-pola-makan-sesuai-anjuran-islam.html

Suplementasi Zat Besi pada Anak Usia 6 Bulan sampai 2 Tahun

ASI eksklusif tidak mampu memenuhi kebutuhan nutrisi bayi berusia lebih dari 6 bulan. Salah satu kebutuhan mikronutrisi yang tidak dapat dipenuhi dengan ASI pada usia tersebut ialah zat besi.

Prevalensi defisiensi besi pada bayi berusia 0-6 bulan yang mendapatkan ASI adalah 6%, dan meningkat menjadi 65% pada usia 9-12 bulan.

Kekurangan zat besi dengan atau tanpa anemia, terutama yang berlangsung lama dan terjadi pada usia 0-2 tahun dapat mengganggu tumbuh kembang anak. Hal ini dapat mengganggu perkembangan otak serta mekanisme pertahanan tubuh. Efeknya dapat berlanjut hingga kehidupan di masa mendatang.

Oleh karena itu, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memberikan rekomendasi kuat pemberian suplemen zat besi sebesar 2mg elemental zat besi/kgBB/hari untuk anak usia 6 bulan hingga 2 tahun. Pemberian zat besi dilakukan satu kali sehari.

Catatan : pada multivitamin atau suplemen zat besi yang dijual di pasaran terdapat informasi kandungan elemen zat besi. Jadi, orang tua tidak perlu bingung mengenai dosis zat besi yang dibutuhkan.

Contoh:
– Sirup Drop merk X mengandung 8mg elemen zat besi per ml. Jika berat badan anak 6 kg, dibutuhkan 12mg elemen zat besi. Jadi dibutuhkan 1,5ml setiap hari.
– Sirup merk Y mengadung 15mg zat besi setiap 1 sendok takar (5ml) sirup. Jadi dosis tersebut tepat diberikan untuk anak dengan berat badan 7,5 kg.

Sumber : Gatot, D, Idjradinata, P, Abdulsalam, M, Lubis, B, Soedjatmiko, Hendarto, A et al. 2011, Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia – Suplementasi Besi untuk Anak, Jakarta: IDAI.


repost dari: https://kesehatanmuslim.com

Di Balik Sakitnya Melahirkan

Beratnya nyeri dan proses persalinan memicu tubuh ibu untuk menghasilkan endorfin dalam jumlah besar (2). Selain itu, saat bayi telah turun ke jalan lahir, dilepaskan pula hormon katekolamin dalam jumlah besar. Sesaat setelah lahir, kedua hormon ini menjadi sangat tinggi di dalam tubuh ibu dan bayi (2).

Apa manfaat endorfin dan katekolamin?

Saat persalinan, hormon endorfin berperan bagi ibu untuk bertahan menghadapi nyeri dan stres yang berat. Hormon ini juga membuat tubuh ibu “segar kembali” meski kelelahan (2). Maka ibu dapat menyambut buah hatinya dengan gembira dan prima. Bayi dengan kadar endorfin tinggi juga lebih segar, bersiap untuk melakukan satu aktivitas penting yaitu kontak dengan ibu dan menyusu dini (2).

Adapun katekolamin, ia memacu produksi energi dalam jumlah besar (2). Suplai energi juga penting bagi ibu dan anaknya. Saat menghadapi persalinan keduanya menghabiskan banyak energi. Dengan pulihnya energi, interaksi pertama ibu dan anak berjalan dengan baik, aktif, dan gembira. Hal ini amat berarti untuk interaksi selanjutnya.

Peningkatan pesat endorfin dan katekolamin merupakan respon tubuh terhadap stres/tekanan yang berat dalam proses persalinan melalui jalan lahir. Tanpa beratnya proses persalinan, tidak muncul mekanisme lonjakan kadar endorfin dan katekolamin seperti ini (1). Sebuah penelitian membandingkan tiga kelompok ibu bersalin:
1) persalinan melalui jalan lahir yang berlangsung selama 10 jam atau kurang,
2) persalinan melalui jalan lahir yang berlangsung selama > 10 jam
3) persalinan sectio caesaria (SC) dengan anestesi general.

Kadar endorfin dan katekolamin pada ibu dan bayi dengan persalinan normal lebih tinggi secara signifikan dibandingkan dengan persalinan SC. Proses persalinan yang lebih lama juga menghasilkan lonjakan endorfin dan katekolamin yang lebih tinggi (1).

Inilah sebagian hadiah dari Allah Ta’ala bagi ibu yang menghadapi beratnya persalinan. Maka hendaklah para ibu menghadapi persalinan dengan hati yang lapang. Yakinlah bahwa Allah Ta’ala akan memberikan ganjaran di dunia dan akhirat atas beratnya persalinan yang dihadapi.

Demikianlah, Allah Ta’ala telah menciptakan alam semesta dengan sempurna. Tidak ada yang sia-sia pada ciptaan Allah. Bahkan pada rasa sakit yang dirasakan saat ibu bersalin. Kita melihat sekelumit di antara hikmah peristiwa ini. Barangkali masih banyak tanda kekuasaan-Nya yang belum tergali.

Pada megahnya penciptaan alam semesta, terdapat bukti keagungan Allah Ta’ala.
Pada besarnya manfaat ciptaan-Nya, terdapat bukti luas kasih sayang-Nya.
Pada kesempurnaan alam semesta, terdapat bukti ketinggian hikmah-Nya.

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Wahai Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Ali Imran ayat 190-191).

Referensi :
(1) Bacigalupo, G, Langner, K, Schmidt, S, & Saling, E 1987, Plasma immunoreactive beta-endorphin, ACTH and cortisol concentrations in mothers and their neonates immediately after delivery —their relationship to the duration of labor, The Journal of Perinatal Medicine, vol.15(45).

(2) Lothian, JA 2005, The Birth of a Breastfeeding Baby and Mother, The Journal of Perinatal Education, vol.14(1).

repost dari: https://web.facebook.com/MajalahKesehatanMuslim

Manfaat Menyusui bagi Ibu

Tidak hanya bagi anak, aktivitas menyusui juga memberikan manfaat yang besar bagi ibu. Di antara manfaat aktivitas menyusui ialah:

1. Menguatkan ikatan afektif (ikatan batin) ibu dan anak. Ke depan, faktor ini sangat bermanfaat untuk pengasuhan dan perkembangan anak.
2. Aktivitas menyusui memberikan efek relaksasi bagi ibu.
3. Saat menyusui, interaksi afektif ibu-anak dapat meningkatkan produksi ASI.
4. Menurunkan risiko ibu mengalami kanker payudara dan kanker ovarium. Risiko makin turun berbanding lurus dengan lamanya menyusui.
5. Menyusui dapat memperpanjang usia reproduktif ibu (menunda menopause).
6. Mengurangi risiko kegemukan pada ibu.

Yang tidak kalah penting, seorang ibu hendaknya berniat memberikan nutrisi yang amat dibutuhkan oleh buah hatinya dengan mengharap pahala dari Allah Ta’ala saat menyusui.

Sumber :
– Dorjhochoo T et al., Dietary and lifestyle predictors of age at natural menopause and reproductive span in the Shanghai Women’s Health Study, Menopause. 2008; 15(5): 924–933.
– Krause, KM, Lovelady, CA, & Obstye, T, Predictors of Breastfeeding in Overweight and Obese Women: Data From Active Mothers Postpartum (AMP), Matern Child Health J. 2011 Apr; 15(3): 367–375.
– Li DP et al., Breastfeeding and ovarian cancer risk: a systematic review and meta-analysis of 40 epidemiological studies, Asian Pac J Cancer Prev. 2014;15(12):4829-37.
– UNICEF 1993, Breastfeeding counselling: a training course.
– Zhou Y et al., Association between breastfeeding and breast cancer risk: evidence from a meta-analysis. Breastfeed Med. 2015 Apr;10(3):175-82

 

repost dari: https://web.facebook.com/MajalahKesehatanMuslim

[Kesehatan] Mengatasi Batuk Tanpa Obat

Info Kesehatan Muslim
Mengatasi Batuk Tanpa Obat

Pergantian musim datang, tak jarang batuk pilek menyerang.
Berikut beberapa terapi non-obat yang dapat kita lakukan ketika batuk datang:
1. Perbanyak konsumsi cairan. Dapat berupa air putih maupun sari/jus buah
2. Hindari makanan dingin/berminyak, es, dan sejenisnya
3. Hindari paparan udara malam
4. Minum madu dan pelega tenggorokan
5. Jika bayi atau balita batuk disertai napas cepat atau sesak, segera periksakab ke tenaga medis atau bawa ke pelayanan kesehatan terdekat.

Sumber: Pusat Informasi Obat Dirjen Binfar Kemenkes RI

[Kesehatan] Cegah Anemia pada Bayi dan Anak

Alhamdulillah. Allahumma shalli ‘ala muhammad wa ali muhammad.

Dua tahun pertama kehidupan adalah masa emas untuk perkembangan otak anak. Pada masa inilah sel-sel otak dan sel-sel penyokongnya terbentuk. Sel-sel penyusun otak memiliki komposisi yang kompleks dengan fungsi masing-masing. Dengan terpenuhinya kebutuhan nutrisi dua tahun perkembangan tercepat ini, diharapkan masing-masing bagian otak dapat tersusun dengan baik. Sekali lagi, pada masa perkembangan cepat inilah kebutuhan nutrisi untuk perkembangan otak lebih kritis untuk dipenuhi.

Salah satu nutrisi (mikronutrien) yang paling penting untuk pembentukan sel saraf otak dan sel-sel penyokongnya adalah zat besi (Fe). Kekurangan zat besi menyebabkan kerusakan protein. Padahal, protein adalah zat penyusun sel yang paling vital, termasuk untuk sel otak.

Selain menimbulkan gangguan struktural otak, kekurangan zat besi juga menyebabkan gangguan sinyal informasi saraf (neurotransmission). Ibarat fungsi gadget, handphone yang bagus tidak dapat berfungsi optimal jika tidak ada sinyal. Struktur otak yang baik tidak begitu bermanfaat tanpa penghantaran sinyal yang baik. Di otak, sinyal saraf dihantarkan oleh neurotransmitter. Zat besi sangat penting untuk produksi neurotransmitter. Kekurangan zat besi menyebabkan gangguan komposisi neurotransmitter di otak. Akibatnya, fungsi-fungsi otak yang mengatur penginderaan, kepribadian, memori, kecerdasan, dan lain sebagainya tidak berjalan dengan baik.

Itulah gambaran bencana akibat kekurangan zat besi. Ironisnya, menurut Survey Kesehatan Rumah Tangga tahun 1992, ditemukan 55,5% balita Indonesia mengalami Anemia Defisiensi Besi. Di tulisan ini kita gunakan kondisi anemia defisiensi besi sebagai cerminan kekurangan zat besi secara umum di tubuhnya. Anemia hanyalah salah satu gangguan akibat kekurangan zat besi. Dari angka tersebut, kita dapat menyimpulkan banyaknya anak Indonesia yang mengalami kekurangan zat besi.

Kekurangan zat besi dapat dicegah dan diobati. Pencegahan dan pengobatan dapat diperankan oleh orang tua maupun penyedia layanan kesehatan. Artikel ini akan banyak bercerita tentang panduan bagi orang tua untuk mencegah dan mengatasi kekurangan zat besi pada anak.

Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah kekurangan zat besi di antaranya sebagai berikut. Tips ini disusun dengan mengacu pada Pedoman Pelayanan Medis IDAI tahun 2010.

Pencegahan kekurangan zat besi:

1. Pertahankan ASI eksklusif hingga 6 bulan dan tunda penggunaan susu sapi hingga 1 tahun. Kandungan zat besi di ASI lebih tinggi daripada kandungan di susu sapi.

2. Berikan makanan tambahan yang difortifikasi (diberi nutrisi tambahan) zat besi pada waktu yang tepat, yaitu setelah 6 bulan.

3. Berikan vitamin C setelah atau saat makan, karena vitamin C membantu penyerapan zat besi.

4. Hindari zat-zat yang dapat menghambat penyerapan zat besi, seperti teh dan fosfat.

5. Tingkatkan asupan zat besi hewani dan hindari minum susu berlebihan.

6. Pendidikan kebersihan lingkungan untuk menghindari infeksi penyakit. Kondisi sakit membutuhkan zat besi dalam jumlah besar untuk pemulihan.

Skrining deteksi dini anemia defisiensi besi:

– Skrining dapat dilakukan dengan mengamati kondisi fisik anemia: konjungtiva mata dan telapak tangan pucat.

– Dapat pula dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk menilai kadar hemoglobin, parameter RDW dan MCV, dan kandungan zat besi dalam darah. Cara ini dilakukan oleh petugas kesehatan.

Jika ditemukan kondisi anemia defisiensi besi, diperlukan suplemen zat besi. Suplementasi zat besi juga diberikan jika bayi tinggal di daerah berisiko tinggi anemia defisiensi besi atau jika bayi tidak mendapatkan makanan tambahan yang difortifikasi zat besi. Dosis suplemen zat besi adalah 1mg/kilogram berat badan.

Tips Praktis Suplementasi Zat Besi

Kandungan zat besi tinggi terdapat pada hati ayam, kambing, maupun sapi. Tambahkan potongan kecil hati ke makanan pendamping ASI. Mungkin hati tidak lezat bagi anak. Oleh karena itu, berikan mulai dari jumlah yang sangat sedikit. Pada pekan pertama penambahan hati, berikan sebesar ujung mata pena. Pada minggu berikutnya, tambahkan dosis hati. Dan seterusnya.

Zat besi juga terkandung di sayur hijau seperti garam. Namun, zat besi dari sayuran sulit diserap oleh tubuh. Dibutuhkan jumlah yang sangat banyak untuk memenuhi kebutuhan zat besi tubuh sehingga sulit diaplikasikan.

Nah, setelah mengetahui besarnya bahaya kekurangan zat besi pada anak kita, sekarang saatnya kita berbenah memenuhi kebutuhan nutrisi anak. Agar dari rumah kita terlahir ummat yang cerdas, kuat, dan lurus pikirannya untuk menjunjung tinggi kalimat laa ilaaha illallaah.

sumber: kesehatanmuslim.com

[Kesehatan] Keunggulan Air Susu Ibu (ASI)

Dengan rahmat-Nya, Allah subhanahu wa ta’ala menyediakan yang sangat baik dan berkualitas bagi bayi yang baru dilahirkan. Air Susu Ibu (ASI) adalah nutrisi yang amat sesuai dengan kebutuhan bayi. Berbagai penelitian menunjukkan keunggulan ASI di atas sumber-sumber nutrisi lainnya.

Berikut ini beberapa keunggulan ASI dibandingkan dengan susu hewani maupun susu formula.
1. Komposisi air, lemak, protein, dan zat gizi lain sesuai dengan kebutuhan anak.
2. Protein dalam ASI jumlahnya sesuai kebutuhan dan lebih mudah dicerna oleh anak.
3. ASI lebih kaya asam lemak esensial serta mengandung enzim lipase yang berperan dalam pencernaan lemak.
4. Zat besi pada ASI lebih mudah dicerna.
5. ASI kaya berbagai vitamin.
6. ASI mengandung antibodi yang diproduksi oleh tubuh ibu sehingga meningkatkan imunitas tubuh bayi.
7. Kemungkinan kontaminasi bakteri pada ASI lebih kecil.
8. Dari sisi ekonomi lebih terjangkau.

Dengan melihat begitu besarnya manfaat dan keunggulan ASI, selayaknya para orang tua lebih bersemangat untuk menyukseskan program penyusuan dengan ASI eksklusif.

Sumber : UNICEF 1993, Breastfeeding counselling: a training course.

sumber: KesehatanMuslim.com